Sukoharjo | sindonews.id – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) meluncurkan WONAMI (Wonorejo Mina Mandiri) sebagai identitas produk unggulan Desa Wonorejo dalam ajang Polokarto Tumoto Expo 2026 yang digelar pada 21–23 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan yang diikuti oleh 17 desa se-Kecamatan Polokarto tersebut menjadi momentum bagi Desa Wonorejo untuk memperkenalkan identitas baru bagi produk olahan lele hasil Program Mina Wiradaya, sekaligus menunjukkan potensi kewirausahaan masyarakat berbasis hilirisasi hasil perikanan.
Melalui peluncuran WONAMI, Tim PPKO KSI FP UNS bersama Pemerintah Desa Wonorejo berupaya memperkuat branding produk lokal agar semakin dikenal masyarakat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.
Peluncuran WONAMI menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian expo yang dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E., Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono, S.STP., M.M., Ketua TP PKK Kecamatan Polokarto Kristin Maryani, Kepala Desa Wonorejo Yusuf Aziz Rahma, S.Pd., M.M., Dosen Pendamping PPKO KSI FP UNS 2026 Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D., 15 anggota Tim PPKO KSI FP UNS 2026, anggota Mina Wiradaya, serta masyarakat.
Melalui peluncuran tersebut, WONAMI diperkenalkan sebagai identitas berbagai produk olahan lele yang dikembangkan masyarakat Desa Wonorejo, di antaranya keripik kulit lele, stik kepala lele, sambal lele, galantine lele, hingga fillet lele marinasi.
Peresmian WONAMI dilakukan langsung oleh Camat Polokarto, Heri Wahyu Cahyono, S.STP., M.M.
Beliau mengapresiasi inovasi yang lahir dari kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi perikanan desa menjadi produk bernilai ekonomi.
"Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami dari Kecamatan Polokarto bersama Pemerintah Desa Wonorejo dan mahasiswa PPKO UNS pada kegiatan Polokarto Tumoto Expo Tahun 2026 melaunching salah satu produk unggulan Desa Wonorejo, yaitu WONAMI (Wonorejo Mina Mandiri). Ada produk keripik kulit lele, stik kepala lele, sambal lele, galantine lele, dan fillet lele marinasi. Ini merupakan inovasi Desa Wonorejo yang menjadi produk unggulan. Luar biasa," ujarnya.
Keberadaan WONAMI merupakan hasil pendampingan berkelanjutan yang dilakukan Tim PPKO KSI FP UNS melalui Program Mina Wiradaya.
Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga memperkuat aspek branding, pengemasan, dan pemasaran, sehingga produk olahan lele memiliki identitas yang kuat dan mampu bersaing di pasar.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi membangun UMKM desa yang mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal.
Keberhasilan program tersebut juga tercermin dari prestasi Desa Wonorejo pada ajang Polokarto Tumoto Expo 2026. Desa Wonorejo berhasil meraih Juara I Lomba Stand Terbaik, Juara III Lomba Cipta Produk Unggulan Desa, serta Juara I Lomba Video Pendek (Short Video Potensi Desa).
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi produk yang didukung kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu meningkatkan daya saing desa di tingkat kecamatan.
Apresiasi terhadap inovasi tersebut turut disampaikan oleh Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E.
Menurutnya, peningkatan nilai ekonomi suatu komoditas dapat dicapai melalui diversifikasi dan hilirisasi produk.
"Sekarang eranya, kalau mau menambah penghasilan itu harus pintar-pintar melakukan diversifikasi produk, termasuk juga hilirisasi dari produk-produk pertanian dan peternakan," ujar Eko Sapto Purnomo.
Ia berharap inovasi yang dikembangkan melalui Program Mina Wiradaya dapat diterima masyarakat, memiliki pasar yang lebih luas, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Desa Wonorejo.
Produk-produk WONAMI juga mendapat sambutan positif dari para pengunjung expo, termasuk mahasiswa Universitas Sebelas Maret asal Nigeria, Zayyanu Awwal.
Setelah mencicipi salah satu produk olahan lele, ia mengungkapkan kesannya.
"It's really different from this one, but the taste, actually the aroma, is amazing," ungkapnya.
Respons tersebut menunjukkan bahwa produk unggulan Desa Wonorejo memiliki cita rasa yang mampu diterima oleh berbagai kalangan, termasuk pengunjung internasional.
Melalui Program Mina Wiradaya, Tim PPKO KSI FP UNS terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga membangun identitas desa melalui penguatan branding dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan mengusung semangat "Mengolah Potensi, Berdaya dengan Inovasi," PPKO KSI FP UNS berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan produk unggulan yang mampu memperkuat identitas Desa Wonorejo sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Rill/Red




Komentar0