TUO9BUW7TUW7TSd7TSMpGfdpTi==

Dipimpin Presiden Prabowo, Deprindo Perkuat Sinergi Nasional Wujudkan Program 3 Juta Rumah

Batang, sindonews.id - Asosiasi Developer Properti Indonesia (Deprindo) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan perumahan nasional. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Ketua Umum DPP Deprindo, Jarot Warjito, pada kegiatan Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Dalam agenda nasional tersebut, Jarot Warjito didampingi Ketua DPW Deprindo Jawa Tengah, M. Yulianto, serta Pengurus DPP Deprindo, Chrysanthus Wawan Edy Wibowo, sebagai representasi organisasi dalam memperkuat sinergi antara asosiasi developer dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sektor perumahan.

Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan implementasi Program 3 Juta Rumah. 

Selain melaksanakan akad massal bagi 62.000 penerima manfaat KPR Subsidi secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, pemerintah juga memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema KUR Perumahan, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembiayaan yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pimpinan kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, BUMN, serta pemangku kepentingan sektor perumahan. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selain itu, hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Hadir pula Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti, Direktur Utama Perum Bulog, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo, para Direktur Utama BUMN, pimpinan Himbara, BP Tapera, serta para pelaku industri perumahan nasional.

Dari unsur pemerintah daerah, tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang turut memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan perumahan di daerah masing-masing.

Bagi Deprindo, kehadiran unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BUMN, lembaga pembiayaan, dan dunia usaha menunjukkan bahwa pembangunan perumahan telah menjadi agenda strategis nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Sebagai salah satu asosiasi developer properti nasional, Deprindo memandang keberhasilan Program 3 Juta Rumah tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang disediakan pemerintah, tetapi juga oleh kepastian regulasi, kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, serta sinergi yang erat antara pemerintah dan para developer sebagai pelaksana pembangunan di lapangan.

Ketua Umum DPP Deprindo, Jarot Warjito, mengatakan keterlibatan langsung Presiden Prabowo beserta jajaran kabinet dalam agenda tersebut memberikan optimisme baru bagi dunia usaha properti.

"Kehadiran Presiden Prabowo bersama para menteri, pimpinan lembaga, kepala daerah, BUMN, dan institusi pembiayaan menunjukkan bahwa pembangunan perumahan telah menjadi prioritas nasional. Ini menjadi energi positif bagi para developer untuk semakin percaya diri mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah."

Jarot menegaskan bahwa Deprindo akan terus memperkuat perannya sebagai organisasi yang menghubungkan kepentingan pemerintah dan para developer dalam membangun ekosistem perumahan yang sehat.

Sebagai asosiasi Developer Properti Indonesia, kepentingan utama Deprindo adalah memastikan anggota kami memperoleh iklim usaha yang kondusif, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, akses pembiayaan yang berkelanjutan, serta ruang kolaborasi yang semakin luas. Dengan demikian, para developer dapat terus menghadirkan rumah yang berkualitas, terjangkau, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar karena mampu menggerakkan ratusan subsektor industri, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Setiap rumah yang dibangun tidak hanya memberikan tempat tinggal bagi masyarakat, tetapi juga menggerakkan industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, UMKM, hingga sektor keuangan. Karena itu, memperkuat sektor properti berarti turut memperkuat fondasi perekonomian Indonesia.

Jarot juga berharap momentum nasional tersebut semakin memperkuat komunikasi antara pemerintah dan asosiasi developer dalam menyusun kebijakan yang implementatif.

"Deprindo siap menjadi mitra strategis pemerintah, tidak hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan masukan berdasarkan pengalaman para developer di lapangan. Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan Program 3 Juta Rumah sekaligus memperkuat daya saing industri properti nasional."

Melalui partisipasi aktif dalam agenda nasional yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto tersebut, Deprindo kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem perumahan Indonesia. 

Kehadiran Ketua Umum DPP Deprindo bersama jajaran pengurus pusat dan daerah mencerminkan kesiapan organisasi untuk terus bersinergi dengan pemerintah, BUMN, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya target Program 3 Juta Rumah, sekaligus memperkuat industri developer nasional sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Rill/Red

Komentar0

Type above and press Enter to search.