Wartawan : Roni Pasrah

Pasaman Barat, Sindonews.id -  Sejumlah rumah kuli tinta berbagai media di Sumbar yang bertugas di Pasaman Barat mengalami rusak berat dihantam gempa bumi magnitudo 6,2. Jumat (25/2/2022) lalu.

Rusaknya rumah para pencari berita itu, mereka dan keluarganya terpaksa mengungsi ke tempat lain atau mendirikan tenda darurat yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wartawan Scientia.id, Idenfi Susanto mengatakan, rumahnya di Kajai mengalami retak dinding dan sejumlah plafon juga hancur. 

"Saat ini kami mengungsi di tenda darurat karena takut gempa susulan dan bangunan roboh," kata mantan wartawan Haluan itu. Kamis (3/3/2022) di Simpang Empat. 

Disamping itu lanjut Iden,  rumah mertuanya di Bateh Pulai Pinaga tidak bisa dihuni lagi, karena penahan dinding besi putus sehingga dinding segi empatnya merenggang sekitar 10 centimeter,  mengakibatkan bangunan rumah menjadi miring. 

Hal yang sama juga dikatakan wartawan Harian Posmetro (Jawa Pos Grup) Hendi , yang tinggal di Pasa Lakuk Jorong Tanjung Beruang Nagari Kajai, rumahnya mengalami kerusakan cukup berat akibat gempa.

"Untuk sementara kami mengungsi di daerah Jambak Jalur 10 Barat Kecamatan Pasaman di tempat rumah adik ipar mertua yang yang ikut mengungsi," ujarnya.

Selain itu istrinya Nelfi Ilana (34) serta anaknya Shafa henfi putri (12) dan Henfizia Salsabila (6) masih trauma ketika ada getaran sedikit langsung berteriak gempa dan lari ketakutan.

Akibat gempa itu lanjut Hendi, dinding bagian atas kiri kanan runtuh, dinding kamar jebol, ruang tamu retak lebar dan seluruh dinding bagian rumah retak-retak dan tidak bisa di huni karena dikhawatirkan roboh karena tidak ada kekuatannya lagi. 

Kemudian pondasi retak di bagian dapur dan tengah rumah. 

Sementara isi rumah, peralatan elektronik hancur, satu unit sepeda motor juga ikut tertimpa material rumah.

"Ibu mertua saya juga terkena batu bata saat gempa dan saat ini sudah keluar dari RSUD Jambak. Untuk sementara kami mendapatkan bantuan sembako dari para dermawan," ucapnya.

Wartawan Valora.com, Robi juga menyebutkan, rumah orang tuanya juga mengalami kerusakan. Dinding rumahnya retak dan dikhawatirkan jika ada gempa susulan akan roboh. 

"Saat ini gempa susulan terus terjadi sehingga kami pindah ke tenda mengungsi untuk sementara," katanya. 

Pemkab Pasaman Barat serta dermawan lainnya terus menyalurkan bantuan kepada korban gempa dan melakukan pendataan berapa kerusakan yang ada.

Axact

Jangan Pernah Menunda Kebaikan, Karena Tidak Akan Ada Waktu Yang Tepat.

Post A Comment:

0 comments: