Wartawan : Redho

Surabaya, SindoNews.id - Selingkuhan salah satu anggota DPRD Surabaya berinisial MFZ dan korban DW menyatakan berdamai. Hal ini dilakukan usai melakukan mediasi di Mapolsek Dukuh Pakis, Surabaya, Sabtu (11/6/2022).

DW mengakui bahwa keduanya sepakat berdamai. Dirinya memandang pelaku yang memukulnya merupakan korban dari janji manis oknum anggota DPRD Surabaya itu. Mediasi antara keduanya pun berjalan lancar.

"Tadi belum tak cabut sih laporanku, tapi kita sudah damai kok, karena aku kan nggak ada masalah sama wanita itu toh, kita sama-sama korban. Kan yang salah mas Dewan," ucap DW, Sabtu (11/6/2022).

Ia pun menganggap, perseteruan antara pelaku dengan dirinya telah selesai. Namun, ia menyayangkan, MFZ yang ia sebut telah menikahinya secara siri itu enggan menghadiri mediasi tanpa alasan apapun.

Sejak permasalahan ini terjadi, hingga dirinya memviralkan kasusnya tersebut, sang suami MFZ masih belum melakukan komunikasi apapun dengan dirinya. Ia juga mengaku, sejak 3 minggu terakhir suaminya tak pernah memberi kabar dan tak pernah memberi nafkah.

"Kayak gini sama aja dia mempermainkan pernikahan kan," tegas DW.

Ia juga menjelaskan, kedatangannya ke salah satu apartemen elit di Surabaya itu memang berniat untuk melabrak sang suami yang ia duga sedang bermesraan dengan wanita lain.

Awalnya, dia curiga saat mendapati selingkuhan suaminya memasang foto berlatar belakang mobil milik suaminya. Hingga ia pun mengusut lokasi apartemen tersebut.

Dugaannya pun kian menguat saat dirinya mendapati mobil sang suami terparkir di basemen apartemen, hingga ia memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar.

"Saya cek, dan ternyata mobilnya disembunyiin di pojok, dari situ saya baru berani untuk naik di kamar itu," terang DW.

Karena sudah kehabisan sabar, DW mengaku sudah tidak ada kata maaf bagi suaminya. Ia pun rela bila harus berpisah rumah tangga atas perilaku yang dilakukan MFZ.

"Saya itu nggak masalah ditinggal sama dia, maksudnya itu itikad baiknya itu gimana. Saya ini loh bukan perempuan dunia malam, bukan lonte, saya juga dari keluarga baik-baik. Seharusnya dia gimana loh, dia itu Dewan masak nggak punya attitude sama sekali, harusnya kalau dia baik nggak akan saya giniin juga," tandas DW.

Axact

Jangan Pernah Menunda Kebaikan, Karena Tidak Akan Ada Waktu Yang Tepat.

Post A Comment:

0 comments: