Jakarta, SindoNews.id - Melanesia menolak keanggotaan organisasi pimpinan Benny Wenda, Persatuan Pembebasan Gerakan Papua Barat (ULMWP). 

Hal tersebut menunjukkan kegagalan Benny Wanda yang selama ini berupaya mendapatkan keanggotaan penuh dalam Melanesian Spearhead Group yang mencakup Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini. 

“Upaya yang dibangun Benny Wenda dengan kelompoknya di dunia internasional sangat mengganggu bagi NKRI, tetapi penyelesaian Papua kini sudah clear, dari segi historis. Pembenahan Papua juga sangat concern dan pelaksanaannya mengalami progress baik. Oleh karena itu, upaya Benny Wenda tidak akan berdampak pada Papua,” kata Ketua Badan Musyawarah Papua, Willem Frans Ansanai dalam webinar nasional terkait Upaya Benny Wenda Kandas di KTT Melanesian Spearhead Group (MSG ) melalui chanel Youtube, Moya Institute.

Dalam forum KTT MSG tersebut, Delegasi Indonesia memilih walk out karena Benny Wenda mendapat kesempatan untuk  menyampaikan pidatonya.

Aksi walk out ini  merupakan bentuk protes sekaligus langkah tegas Indonesia dalam hubungan diplomasi. 

“Pelaksanaan KTT MSG merupakan prestasi luar biasa dari diplomasi Indonesia, kehadiran ULMWP seperti ketidakjelasan. Jika meraka negara berdaulat, harusnya  memiliki rakyat, wilayah dan pemerintahan, namun yang diambil ini semuanya milik NKRI sehingga tidak memiliki dasar untuk pembentukan negara," ucap Willem.

Senada dengan itu, Pemerhati Isu-Isu Strategis dan Global, Prof Dubes Imron Cotan menyampaikan kebanyakan pemberitaan di media sosial tentang Papua tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Benny Wenda dan ULMWP tidak mewakili sebagian besar masyatakat di Papua, karena ketujuh suku besar di sana sama sekali tidak terwakili oleh Benny. Dalam sidang PBB tahun lalu, salah satu tokoh pemuda dari kampung Benny Wenda justru mengibarkan bendera Merah Putih di New York bahwa NKRI termasuk di dalamnya adalah Papua,” ucap Imron. 

Isu Papua di kelompok negara MSG telah terjadi pergantian paradigma, mereka mulai mewaspadai bahwa Indonesia sebagai negara besar.  Faktanya, Indonesia merupakan negara besar dan hebat karena di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Pihak pendukung oposisi pun sama sekali tidak bisa membawa dampak apapun, sehingga mereka mencoba untuk mendekati Indonesia melalui berbagai isu lainnya yang menjadi perhatian dunia. Rill/Red

x

Axact

Jangan Pernah Menunda Kebaikan, Karena Tidak Akan Ada Waktu Yang Tepat.

Post A Comment:

0 comments: