Tangerang, SindoNews.id - Muhammad Rizal anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN bersama BKKBN mengelar kegiatan sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) program bangga kencana bersama masyarakat Cipondoh Kota Tangerang.

Kegiatan sosialisasi itu bertempat di balai warga RW 05 taman elok raya Perumahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (16/9/2023).

Hadir sebagai narasumber dari Direktur Kesertaan KB BKKBN Pusat bapak Martin Suanta, dan Kepala Perwakilan BKKBN bapak Ir Rusman Effendi M.M. dan Kepala Puskesmas Cipondoh dr. Hj. Rizky Ardiati, MKM.

Muhammad Rizal mengatakan kegiatan sosialisasi bersama BKKBN ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat. Agar setiap keluarga mendapatkan pengetahuan bagaimana caranya mewujudkan keluarga yang berkualitas. 

"Peranan BKKBN dalam hal ini sangatlah strategis bagi masa depan bangsa dan negara. Sehingga nantinya akan muncul keluarga sehat, produktif, dan berkualitas," jelas Muhammad Rizal Politisi PAN asal daerah pemilihan Banten III, Tangerang Raya.

Selain itu Politisi PAN itu pun mengungkapkan semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini salah satunya dapat terus menurunkan angka stunting di wilayah Kota Tangerang.

"kegiatan sosialisasi ini dalam rangka mengedukasi masyarakat dengan memberikan ilmu tentang wawasan pencegahan stunting dan melakukan pola hidup yang sehat kepada masyarakat," jelasnya.

Rizal melanjutkan gencarnya sosialisasi pencegahan stunting ini untuk menuju Indonesia emas di tahun 2045. Target pemerintah Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera sejajar dengan negara besar dunia.

Karena pencegahan stunting itu perlu peranan semua pihak. Karena di masa yang akan datang generasi selanjutnya harus menjadi generasi emas.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini semua keluarga dan masyarakat kita menjadi lebih proaktif, produktif dalam menjadikan keluarga berkualitas. Semoga masyarakat kita menjadi keluarga yang sejahtera, sehat, dan bahagia." harapnya.

Sementara itu dari Direktur Kesertaan KB BKKBN Pusat Martin Suanta mengungkapkan bahwa pemerintah sangat serius dalam menangani persoalan stunting.

Ia pun mengatakan semoga pemerintah Provinsi Banten baik kabupaten kota dapat juga bersama-sama menangani persoalan stunting ini.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemerintah Kota Tangerang berhasil menekan angka stunting dari 15,3 persen pada 2021 menjadi 11,8 persen pada 2022, turun 3,5 persen.

"Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini dapat terus menurunkan stunting di wilayah Banten, Kota Tangerang dan lainnya, dan selain itu juga dapat terciptanya keluarga yang sejahtera di masyarakat," terangnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN bapak Ir Rusman Effendi M.M. mengatakan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronik yang ditandai tinggi badannya berada di bawah standar.

Menurutnya langkah pencegahan stunting pada anak yang dapat dilakukan orang tua ada beberapa hal yaitu perhatikan nutrisi sejak dalam kandungan.

"Perhatikan gizi seribu hari pertama anak. Peran orang tua untuk mencegahnya, memberikan ASI eksklusif dan imunisasi. Lakukan pemeriksaan rutin di puskesmas." ujarnya.

"Dan menggunakan akses sanitasi dan jaga kebersihan, anak diberikan gizi yang berprotein hewani, telur, dan sayuran, serta aktif minum tablet tambah darah," tutupnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut di hadiri 250 warga dari berbagai elemen masyarakat. Masyarakat pun antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu masyarakat meminta pemerintah untuk selalu menggelar kegiatan sosialisasi seperti ini. *Rill/Red

Axact

Jangan Pernah Menunda Kebaikan, Karena Tidak Akan Ada Waktu Yang Tepat.

Post A Comment:

0 comments: