Jakarta, SindoNews.id - Ribuan anggota Forum Komunikasi Lintas Pendiri Deklarator dan Kader atau FKLPDK yang sebelumnya mendukung Prabowo kini beralih haluan dengan mendukung pasangan Ganjar-Mahfud.

Ketua Umum FKLPDK Sahat Saragih menilai bahwa pasangan Ganjar-Mahfud merupakan sosok ideal dalam memimpin Indonesia kelak. Sebab, keduanya merupakan figur pemimpin yang memiliki segudang pengalaman.

Dia menjelaskan bahwa Ganjar merupakan sosok yang sangat cerdas dan rendah hati. Tak hanya itu, mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu dinilai sangat dekat dengan rakyat.

“Dan sekarang tibalah saatnya Ganjar ikut kontestasi Pilpres 2024 dengan Gerakan Indonesia cepatnya sebagai calon Presiden RI Tahun 2024” tutur Sahat, di Jakarta, Selasa, 28 November 2023.

Ganjar, kata Sahat, juga memiliki semangat kerja sama dan gotong royong yang berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Sahat juga menjelaskan kepada wartawan bahwa Ganjar memiliki segudang pengalaman di berbagai level pemerintahan. 

“Ganjar adalah seorang ahli yang telah berpengalaman di Legislatif dan Eksekutif yang telah digelutinya selama 20 tahun, dimana Ganjar telah membuat delapan program cepat, untuk memastikan rakyat yang berkemakmuran, berkeadilan, dan akan lebih disempurnakan lagi ketika beliau duduk menjadi presiden nanti,” terang Sahat.

Ia melanjutkan bahwa Mahfud MD merupakan figur yang sangat berpengalaman di bidang hukum.

“Mahfud sebagai Pendekar Hukum adalah sosok yang taat hukum dan yang menghormati hukum, dimana Mahfud mengatakan hukum harus dipastikan berkeadilan bagi rakyat Indonesia dengan tidak pandang bulu,” ucapnya. 

Dengan adanya kepastian penegakan hukum, imbuh Sahat, Indonesia akan menjadi negara yang disegani dunia dan rakyat Indonesia. Karena itu, Ganjar-Mahfud dianggap sebagai pasangan ideal untuk memimpin Indonesia kedepan.

“Ganjar Mahfud adalah dua insan yang menginginkan seluruh generasi muda, kaum milenial dan Gen Z harus memenangkan persaingan global atas dasar ketangguhan serta keadilan yang dimilikinya,” tuturnya.

Sahat Saragih turut mengungkapkan alasan mengapa FKLPDK berubah haluan. Dirinya menilai Prabowo Subianto tidak percaya diri dan hanya nafsu politik.

"Kami meninggalkan Prabowo karena tidak punya percaya diri, sehingga Prabowo hanya dibalik penguasa. Penguasa hanya nafsu politik, tidak ada etika hukum di Indonesia, sehingga rakyat sangat marah," pungkasnya. Rill/Red

Axact

Jangan Pernah Menunda Kebaikan, Karena Tidak Akan Ada Waktu Yang Tepat.

Post A Comment:

0 comments: