Jakarta | sindonews.id — Kekecewaan mulai meluas di kalangan talent dan koordinator lapangan (korlap) program Jekoneng–Shekoneng, menyusul belum juga direalisasikannya program yang digagas PT Sikoneng Teknologi Smart Karya Indonesia (STSKI).
Hingga kini, tidak ada kepastian resmi terkait peluncuran maupun kelanjutan program yang sebelumnya dijanjikan akan berjalan pada Agustus 2025.
Penelusuran sindonews.id menemukan bahwa sejak awal tahun 2025, ribuan talent dari berbagai daerah telah direkrut dan diminta mengikuti tahapan awal program. Namun, seiring berjalannya waktu, janji yang disampaikan di awal dinilai tidak diiringi dengan komunikasi yang memadai.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Tidak ada kejelasan, tidak ada penjelasan resmi. Kami kecewa, karena dari awal kami percaya pada janji yang disampaikan,” ujar seorang talent yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sabtu (20/12).
Talent tersebut mengaku bukan hanya soal harapan yang pupus, tetapi juga menyangkut waktu, tenaga, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada penyelenggara.
“Sebagian dari kami sudah menolak kegiatan lain karena fokus ke program ini. Sekarang kami seperti digantung tanpa kepastian,” tambahnya.
Korlap Merasa Ditinggalkan
Kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh talent, tetapi juga para korlap di daerah. Mereka mengaku berada di posisi sulit karena harus menghadapi pertanyaan dan tekanan dari talent, sementara informasi dari pusat sangat minim.
“Kami ini ujung tombak di lapangan. Tapi ironisnya, kami justru tidak mendapat penjelasan apa pun. Saat ditanya talent, kami tidak tahu harus menjawab apa,” ungkap seorang korlap.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi merusak kepercayaan dan soliditas jaringan yang telah dibangun sejak awal.
“Kalau sejak awal disampaikan kendalanya apa, mungkin kami bisa maklum. Tapi kalau diam terus, wajar kalau muncul kekecewaan,” tegasnya.
Kekecewaan Berubah Jadi Kekhawatiran
Selain soal keterlambatan, sejumlah talent juga mulai menyuarakan kekhawatiran atas data pribadi yang telah mereka serahkan sebagai bagian dari persyaratan program.
“Kami diminta mengisi data sejak awal. Tapi programnya tidak jelas. Kami hanya ingin kepastian, data kami ini sebenarnya untuk apa,” ujar talent lainnya.
Para talent berharap ada penjelasan terbuka dari pihak penyelenggara agar tidak muncul spekulasi liar di tengah peserta.
Penyelenggara Belum Beri Penjelasan
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi sindonews.id masih berupaya menghubungi pihak PT STSKI dan tim penyelenggara Jekoneng–Shekoneng untuk meminta klarifikasi resmi terkait keterlambatan program dan keluhan talent serta korlap.
Para talent dan korlap menegaskan bahwa mereka tidak menutup pintu dukungan, selama program dijalankan secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab.
“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang jalan, katakan jalan. Kalau ada kendala, sampaikan. Jangan biarkan kami terus menunggu tanpa kepastian,” tutup seorang korlap.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak penyelenggara sesuai prinsip jurnalisme berimbang. Rill/Red
.jpeg)
Komentar0