TUO9BUW7TUW7TSd7TSMpGfdpTi==

Aktivis Sosial Lala Komalawati dan Dewan Pakar FSGI Soroti 91% Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan


Jakarta, sindnews.id - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat 22 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari–Maret 2026. 

Dari jumlah tersebut, 91 persen merupakan kekerasan seksual dan 9 persen kekerasan fisik.

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menyebutkan bahwa angka ini menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun 2025, dengan rata-rata 7 kasus per bulan.

Total korban kekerasan seksual mencapai 83 orang, terdiri dari 41 anak laki-laki, 40 anak perempuan, dan 2 tenaga kependidikan perempuan.

Pelaku didominasi oleh guru (54,5%), disusul pimpinan pondok pesantren dan pihak lain di lingkungan pendidikan.

Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, menilai mekanisme penanganan kekerasan di sekolah masih lemah, terutama setelah perubahan regulasi ke Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang dinilai belum mengatur secara rinci penanganan dan sanksi.

Tanggapan Aktivis

Menanggapi temuan tersebut, Aktivis Sosial, Lala Komalawati, menilai bahwa tingginya angka kekerasan seksual di dunia pendidikan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak. Negara harus hadir secara konkret, tidak hanya dalam regulasi, tetapi juga dalam implementasi yang tegas dan berpihak pada korban,” ujar Lala Komalawati. Senin (6/04).

Ia menekankan bahwa sistem penanganan kekerasan tidak boleh hanya diserahkan pada internal sekolah, karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan menghambat keadilan bagi korban.

Selain itu, Lala juga mendorong adanya penguatan mekanisme pelaporan yang aman dan independen, serta pendampingan psikologis bagi korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Perlindungan korban harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai korban justru takut melapor karena sistem yang tidak berpihak,” tegasnya. Rill/Red

Komentar0

Type above and press Enter to search.