SindoNews.id — Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau CSR seringkali terjebak dalam seremoni pemberian bantuan sekali putus yang tidak memiliki dampak jangka panjang. Namun, apa yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) melalui program “Kasih Asa Luhur” menawarkan paradigma baru: keberlanjutan dan pemberdayaan melalui pendidikan.
Kunjungan ke Rumah YKAKI Bandung di JalanDr. Setiabudi No.86H menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga yayasan dapat menciptakan dampak domino yang luar biasa bagi kemanusiaan dan kesejahteraan sosial masyarakat.
Dalam aksi nyata ini, YPBLC tidak hanya membawa logistik fisik, tetapi juga membawa harapan melalui akses pendidikan hibrida. Pemberian Kids Warm Scarf menjadi simbol awal dari jaminan perlindungan yang lebih luas, yaitu pendidikan gratis.
YPBLC menyadari bahwa banyak anak penyintas kanker harus putus sekolah karena kendala biaya pengobatan yang sangat mahal. Dengan jaminan beasiswa dari TK hingga perguruan tinggi, YPBLC memposisikan dirinya sebagai pendamping setia bagi para pejuang kanker agar masa depan mereka tetap cerah dan kompetitif di era digital.
Sesi Pohon Harapan (Tree of Hope) menjadi momen reflektif bagi semua yang hadir. Harapan yang tertulis sangat beragam, mulai dari keinginan menjadi peneliti medis hingga penulis buku inspiratif. YPBLC mendokumentasikan setiap aspirasi tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun program bantuan pendidikan yang lebih personal.
Dukungan ini juga dilengkapi dengan pemberian Kids Package dan alat permainan cerdas yang menunjang aktivitas harian anak di YKAKI. Fokusnya jelas: menjaga ritme hidup anak agar tetap normal di tengah perjuangan melawan penyakit kronis.
Perwakilan YKAKI Cabang Bandung, Rahma, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim YPBLC. Ia menekankan bahwa perhatian yang tulus sangat dibutuhkan oleh keluarga pasien untuk menjaga mental mereka agar tidak jatuh.
Solidaritas yang dibangun oleh YPBLC melalui pendekatan edukatif seperti dongeng karakter Epot menunjukkan bahwa institusi pendidikan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Keberlanjutan program "Kasih Asa Luhur" diharapkan menjadi contoh bagi institusi lain dalam menyusun program kemasyarakatan yang berbasis pada pemberdayaan potensi manusia, bukan sekadar donasi materi.
Program ini juga menjadi ajang bagi staf dan mahasiswa Budi Luhur untuk mempraktikkan langsung nilai kebudiluhuran. Kepedulian yang ditunjukkan melalui interaksi langsung dengan anak-anak memperkuat empati sosial kolektif.
YPBLC percaya bahwa pendidikan yang luhur adalah pendidikan yang mampu merasakan penderitaan orang lain dan memberikan solusi nyata.
Dengan kolaborasi strategis bersama YKAKI, YPBLC ingin memastikan bahwa pesan "Kasih Asa Luhur" sampai ke seluruh pelosok negeri, membawa semangat baru bagi setiap anak Indonesia yang sedang berjuang melawan kanker.
Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. selaku ketua YPBLC menekankan pentingnya komitmen yayasan untuk terus mendukung aktivitas pengabdian masyarakat yang berdampak.
“Inisiatif tim pengabdian masyarakat kami dalam program ini sangat luar biasa. Acara seperti ini memperkuat ekosistem kreatif di kampus sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Julian.
Ia berharap langkah-langkah nyata ini terus mendorong peningkatan kualitas hidup dan rasa percaya diri anak-anak pejuang kanker melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan dan tanpa batas. Rill/Ivn

Komentar0