CIBINONG, sindonews.id - Pelestarian kebudayaan nusantara di kalangan generasi muda terus menjadi fokus utama Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC).
Komitmen ini teermin kuat saat kelompok paduan suara Universitas Budi Luhur, Gema Luhur Choir, membawakan lagu daerah Bali 'Janger' dengan aransemen memukau di atas panggung festival BTV Semesta Berpesta Bogor 2026, Minggu (14/6/2026).
Tampil di hadapan ribuan penonton di Stadion Pakansari, paduan suara mahasiswa ini berhasil memadukan keelokan vokal tradisional dengan koreografi modern yang energik.
Penampilan ini menjadi representasi dari nilai "Cakti" atau keunggulan yang senantiasa ditanamkan oleh yayasan kepada seluruh sivitas akademika untuk tetap mengakar pada identitas bangsa di tengah arus modernisasi.
Proses Panjang di Balik Layar
Penampilan apik tersebut melewati proses kurasi dan latihan ketat sejak bulan Mei di bawah pengawasan Choir Director, Gabriel Owen. Pilihan jatuh pada lagu 'Janger' karena memiliki struktur musik yang dinamis dan sangat menantang untuk dieksplorasi secara artistik.
Pihak YPBLC memberikan kebebasan kreatif sekaligus fasilitas penuh agar pesan pelestarian budaya ini dapat tersampaikan secara maksimal kepada audiens festival.
Melihat keberhasilan ini, Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. menyatakan rasa bangganya atas konsistensi mahasiswa dalam membawa misi kebudayaan di panggung-panggung populer.
"Nilai berbudi luhur salah satunya diwujudkan melalui rasa cinta dan bangga terhadap kekayaan budaya kita sendiri.
Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti akan selalu berdiri di garda terdepan untuk mendukung mahasiswa yang mampu mengemas tradisi lokal seperti lagu Janger menjadi tontonan modern yang berkelas.
Ini adalah cara kami merawat identitas nasional di era globalisasi," tegas Julian Bongsoikrama.
Dampak Sosial Pendidikan
Melalui penampilan ini, YPBLC tidak hanya mempromosikan nama institusi, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesenian daerah.
Sinergi antara kebijakan yayasan yang suportif dan kreativitas mahasiswa terbukti mampu menghasilkan luaran positif yang berdampak luas bagi ketahanan budaya nasional. Rill/Red


Komentar0