TUO9BUW7TUW7TSd7TSMpGfdpTi==

Jangan Tunggu Musibah Datang, PERISAI Jakarta Barat Ajak Masyarakat Miliki Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

 

Jakarta, sindonews.id – Kesadaran akan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal terus menjadi perhatian berbagai pihak. Melalui kegiatan Deklarasi PERISAI Wilayah Jakarta Barat, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya memiliki perlindungan kerja sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai risiko yang dapat terjadi kapan saja.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026) di Taman Baca RW 02, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tersebut dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari pelaku UMKM, pedagang, pengemudi ojek daring, buruh, pekerja informal, serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber Lala Komalawati menyampaikan bahwa setiap orang tentu berharap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat. Namun, menurutnya, risiko kecelakaan kerja maupun musibah lainnya dapat terjadi tanpa dapat diprediksi.

"Tidak ada satu pun di antara kita yang berharap mengalami musibah. Kita semua bekerja untuk keluarga dan masa depan. Namun, ketika risiko datang, perlindungan sosial menjadi sangat penting agar kita dan keluarga tidak menghadapi semuanya sendirian," ujar Lala.

Menurutnya, masih banyak masyarakat, khususnya pekerja sektor informal, yang beranggapan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hanya diperuntukkan bagi pegawai perusahaan atau pekerja formal. 

Padahal, pelaku UMKM, pedagang, pengemudi ojek daring, pekerja mandiri, hingga buruh harian juga berhak memperoleh perlindungan yang sama.

Lala menjelaskan bahwa melalui program perlindungan ketenagakerjaan, peserta dapat memperoleh berbagai manfaat, mulai dari perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, santunan bagi pekerja yang tidak dapat bekerja sementara akibat kecelakaan, hingga santunan bagi ahli waris apabila peserta meninggal dunia.

"Kita tidak pernah berharap menggunakan perlindungan tersebut. Namun, ketika musibah datang, setidaknya keluarga kita tetap memiliki jaminan dan perlindungan. Karena itu, perlindungan ketenagakerjaan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Ramdani Anshori, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, persatuan, dan mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan sosial.

Kegiatan deklarasi dan sosialisasi berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait manfaat serta pentingnya perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa perlindungan kerja bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga di masa depan.

"Kerja Aman, Keluarga Nyaman," menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk mulai peduli terhadap perlindungan diri dan keluarga melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Rill/Red

Komentar0

Type above and press Enter to search.