TUO9BUW7TUW7TSd7TSMpGfdpTi==

CSR Budi Luhur University Gelar Pelatihan Barista di Lapas Perempuan Bandung, YPBLC Beri Apresiasi

 

Bandung, sindonews.id - Pendidikan dan pembekalan keterampilan menjadi kunci utama dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi warga binaan. 

Memahami urgensi tersebut, kolaborasi inspiratif terjalin antara program Corporate Social Responsibility (CSR) Budi Luhur University dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung. 

Melalui inisiatif ini, sebuah short course barista komprehensif diselenggarakan khusus bagi para warga binaan pada 19 hingga 22 Mei 2026. 

Kegiatan ini dirancang dengan visi jangka panjang, yakni membekali warga binaan dengan keterampilan aplikatif bernilai ekonomi tinggi, membuka jalan kemandirian, serta memantik harapan baru untuk masa depan mereka setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Mengasah Keterampilan dari Biji hingga Secangkir Kopi

Selama empat hari pelatihan intensif, program CSR Budi Luhur University menghadirkan kurikulum yang memadukan teori fundamental dan praktik langsung di lapangan. 

Para warga binaan tidak hanya diajarkan cara membuat minuman, tetapi juga dibekali filosofi dan standar industri food and beverage. Di hari pertama dan kedua, peserta diajak menyelami dunia kopi, mulai dari mengenali berbagai karakteristik biji kopi nusantara, memahami proses roasting, hingga menguasai kalibrasi rasa. 

Memasuki hari ketiga dan keempat, fokus pelatihan bergeser pada penguasaan teknis. Peserta dilatih mengoperasikan mesin espresso profesional, menguasai teknik tamping, milk steaming, hingga seni menyajikan secangkir kopi dengan visual dan cita rasa terbaik. 

Selain aspek teknis, CSR Budi Luhur University juga menanamkan pentingnya menjaga kebersihan area kerja (hospitality hygiene) dan pelayanan pelanggan.

Wujud Nyata Kemandirian Lewat Lahirnya LAMORIA

Pencapaian paling membanggakan dari short course ini bukanlah sekadar sertifikat penyelesaian, melainkan aksi nyata dari para peserta itu sendiri. 

Berbekal ilmu dan kepercayaan diri yang ditularkan oleh para instruktur CSR Budi Luhur University, para warga binaan berinisiatif mengambil langkah besar dengan merintis usaha booth kopi mereka sendiri yang diberi nama LAMORIA. 

Perlu digarisbawahi bahwa LAMORIA bukanlah fasilitas fisik yang didonasikan oleh pihak yayasan atau universitas, melainkan wujud nyata dari kemandirian dan tekad warga binaan. Mereka mengelola booth tersebut secara mandiri di dalam lingkungan lapas. 

LAMORIA kini menjadi laboratorium hidup sekaligus wadah wirausaha di mana mereka dapat terus mempraktikkan ilmu meracik kopi setiap harinya, melayani sesama penghuni, dan memutar roda ekonomi skala kecil dari balik jeruji besi.

Dukungan Penuh YPBLC untuk Masa Depan Warga Binaan

Keberhasilan program yang bermuara pada inisiatif mandiri warga binaan ini tidak lepas dari dukungan penuh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC). 

Yayasan secara konsisten memastikan bahwa setiap program pengabdian masyarakat memiliki dampak terukur dan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan yang berpusat pada pendidikan keterampilan. 

"Kami dari YPBLC sangat mendukung penuh inisiatif luar biasa ini. Melalui program edukasi dari CSR Budi Luhur University, tujuan kami adalah mentransfer knowledge. Fakta bahwa warga binaan kini mampu menyerap ilmu tersebut dan secara mandiri membangun serta mengelola usaha kopi LAMORIA adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa keterampilan yang tepat dapat menjadi modal berharga bagi mereka untuk membuka lembaran hidup baru, menghapus stigma, dan meraih masa depan yang lebih bermartabat," pungkas Julian. Rill/red

Komentar0

Type above and press Enter to search.